oleh

Dicabuli Sejak 2019, Korban Ngaku Tak Terhitung

Rbtv Camkoha-Pengakuan T-H , oknum guru ngaji tersangka pencabulan anak bawah umur mengaku baru sekali mencabuli korban T-I terbantahkan. Dari pengakuan korban T-I saat diperiksa penyidik, bocah 12 tahun itu mengaku pencabulan dilakukan tersangka sudah tak terhitung berapa kali.

Menurut kanit PPA Subdit Renakta Reskrim Umum Polda Bengkulu AKP Nurul Huda, pencabulan dilakukan guru mengaji korban ini sudah sering terjadi, bahkan menurut nurul korban sendiri mengaku sudah tidak tahu berapa kali jumlahnya, pencabulan dilakukan pelaku kepada korban menurut AKP Nurul sudah terjadi sejak 2019 lalu.

Pencabulan dilakukan T-H yang menyandang status mahasiswa ini, bukan berhubungan intim dengan korban. Keduanya diceritakan Nurul hanya melakukan oral secara bergantian.

Hingga pemerikaan terakhir kepada tersangka, korban pencabulan oknum guru ngaji ini baru diketahui satu orang, hanya saja disampaikan Wadir Reskrim Umum Polda Bengkulu AKBP Anjas Gautama Putra, penyidik masih terus mendalami kemungkinan dan dugaan adanya korban lain.

“Dicabuli sejak oktober 2019, dibelikan HP, dikasih jajan, dibelikan makanan sebagai bujuk rayu, menurut korban sudah tak terhitung, tidak sampai sodomi yang sering itu oral seks” terang AKP Nurul Huda.

Tersangka T-H sebelumnya dilaporkan ke Polda Bengkulu Rabu (27/5) lalu oleh paman korban, dan T-H berhasil dibekuk di kediamannya di Kelurahan Lingkar Timur Kota Bengkulu Kamis (28/5) malam lalu//

Aliantoro
@ali_tulah

Komentar

News Feed