oleh

Kejari Mukomuko Sebut Ada Dugaan Monopoli Bansos

RbtvCamkoha – Kasus bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Mukomuko memasuki babak baru. Kejari Mukomuko sudah mengumpulkan bukti-bukti seperti dokumentasi, aliran dana serta surat administrasi lainnya terkait bantuan pangan non tunai (BPNT) dari tahun 2019 hingga 2021.

Penyidik Kejari Mukomuko menemukan indikasi dugaan monopoli yang dilakukan oleh beberapa oknum diluar pihak yang sudah ditunjuk sebagai penyalur bantuan tersebut ke keluarga penerima BPNT (E-Warung).

“Kami sudah panggil mantan kadis sosial, pendamping, dan penyedia bahan pangan diluar E-Warung yang seharusnya menjadi penyedia satu-satunya untuk penyaluran BPNT ini. Ada 30 orang yang kami mintai keterangan terkait kasus ini. Kami juga akan menyerahkan hitungan kerugian negara kepada BPK, memastikan dan mengkalkulasikan kerugian negara,” jelas Kasi Intel Kejari Mukomuko Sarimonang Beny Sinaga

Ringgo Dwi Septio

Komentar

News Feed